Tantangan Terbesar Wirausaha

1. Sering didatangi rasa malas karena tidak ada yang memerintah, mengingat anda adalah bos di usaha anda sendiri membuat anda seringkali dihinggapi rasa malas, apalagi ketika anda sudah mempunyai bisnis yang auto pilot disitu anda akan diuji untuk mau terus berkembang di bisnis baru atau sudah merasa cukup dengan apa yang anda dapatkan.

2. Harus memahami pasar usaha anda sendiri, hal ini sangat penting bagi para Wirausaha karena jika terjun usaha tanpa adanya data pasar tentu hal itu sebuah kecerobohan, anda harus memahami pasar terlebih dahulu.

3. Sebagai Wirausaha anda dituntut harus membuat inovasi-inovasi terbaru agar bisnis anda terlihat selalu hidup dan bisa saja menjadi ramai dengan inovasi anda yang ternyata menarik bagi para masyarakat.

Karakteristik Wirausahawan

Biasanya, seorang pengusaha mandiri punya beberapa ciri khas di bawah ini:

Kesadaran tinggi untuk berinisiatif memajukan perusahaan dan bertanggungjawab atas apapun yang terjadi di dalam perusahaan
Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri tanpa bersikap angkuh dan bebal. Ini termasuk juga kepercayaan diri dan daya juang yang tinggi
Keinginan kuat untuk mendapat hasil yang maksimal dari segala usaha yang dilakukan
Energetik, energinya terasa lebih banyak dibanding orang pada umumnya
Visioner, berorientasi pada masa depan dan tak terlalu mengingat-ingat kekurangan atau kegagalan di waktu yang lalu, berfokus pada solusi
Keahlian bagus dalam memimpin, memotivasi dan berorganisasi. Bersikap cerdas dalam mempercayakan berbagai pekerjaan pada orang lain dan mendorong pekerjanya memberikan hasil terbaik

Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

Penggunaaan kedua istilah tersebut memang sering tumpang-tindih. Namun bila dilihat dari pengertian dan kasus-kasus umum yang ada, perbedaan wirausaha dan wiraswasta adalah sikap mental atau wujud usaha/operasinya. Maksudnya adalah, wirausaha sudah jelas adalah bentuk usaha mandiri dengan memperkerjakan dirinya sendiri. Sementara wiraswasta merupakan orang yang bekerja dibawah arahan orang lain sebagai atasan/bosnya.

Jadi, ya sederhananya wirausaha itu orang yang punya usaha sendiri sementara wiraswasta masih “ikut orang lain”.

Memang sebagian pakar di bidang bisnis sendiri juga mendukung adanya perbedaan arti keduanya, namun perbedaannya itu tidaklah signifikan. Jadi, dalam beberapa literatur atau bacaan ilmiah istilah yang dipakai kadang dipakai bersama-sama. Selain itu, fakta menarik lainnya yaitu, kedua irtilah itu memang punya definisi sama di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kekurangan yang dapat dialami wirausahawan:


  • Ketidakpastian waktu dalam menghasilkan pendapatan bahkan setelah mendirikan dan menjalankan usaha tersebut dan tanggungjawab terhadap karyawan yang dipimpin
  • Risiko kehilangan berbagai macam investasi
  • Beban kerja yang lebih berat walau waktu dan ritme bekerja cenderung fleksibel
  • Kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan penting karena sangat berdampak pada usaha yang dibangun tersebut
  • Banyaknya kemampuan diri yang harus diasah semacam manajemen SDM, manajemen finansial, manajemen diri (keseimbangan kerja dengan kehidupan pribadi)

Kelebihan-kelebihan yang bisa didapatkan oleh wirausahawan:


  • Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat
  • Keleluasaan dalam mengatur pekerjaan
  • Mengasah potensi diri semacam kreativitas dan sebagainya
  • Menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar
  • Memiliki kualitas kepemimpinan dalam diri

 


Berpikir Kreatif dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer, ada tujuh proses kreatif dalam wirausaha, yakni:

  1. Preparation (Persiapan): Ini menyangkut kesiapan Anda untuk berpikir secara kreatif, baik dalam bentuk pendidikan formal, pengalaman, magang, ataupun pengalaman belajar lainnya.
  2. Investigation (Penyelidikan): Ini merupakan proses mengembangkan pemahaman yang mendalam terkait suatu masalah atau keputusan.
  3. Transformation (Transformasi): Ini berkaitan dengan kesamaan atau perbedaan di antara semua informasi yang sudah dikumpulkan.
  4. Incubation (Penetasan): Ini merupakan proses ketika pikiran Anda sedang merenungkan dan menimbang-nimbang informasi yang terkumpul. 
  5. Illumination (Penerangan): Ini adalah ketika Anda berhasil menemukan pemecahan atas suatu masalah dan menemukan titik terang setelah melalui proses inkubasi.  
  6. Verification (Pengujian): Ini menyangkut validasi keakuratan ide-ide yang Anda dapatkan. Validasi dapat dilakukan dengan serangkaian uji coba, simulasi, membuat prototipe, dan aktivitas lain yang diperlukan untuk membuktikan ide-ide tersebut.
  7. Implementation (Implementasi): Ini adalah ketika Anda mengubah ide (konsep) menjadi praktek bisnis yang nyata.